18 05 2009

Pembentukan Endapan Mineral

Proses – proses pembentukan endapan mineral – mineral baik yang memiliki nilai ekonomis,maupun yang tidak bernilai ekonomis sangat perlu diketahui dan dipelajari mengenai proses pembentukan , keterdapatan serta pemanfaatan dari mineral – mineral tersebut. Mineral yang bersifat ekonomis dapat  diketahui bagaimana keberadaan dan keterdapatannya dengan memperhatikan asosiasi mineralnya yang biasanya tidak bernilai ekonomis. Dari beberapa proses eksplorasi  penyelidikan , pencarian endapan mineral, dapat diketahui bahwa keberadaan suatu endapan mineral tidak terlepas dari beberapa faktor yang sangat berpengaruh,antara lain banyaknya dan distribusi unsur – unsur kimia, aspek fisika dan biologis.

Secara umumnya proses pembentukan   endapan mineral baik  jenis endapan logam maupun non logam dapat terbentuk karena proses mineralisasi yang diakibatkan oleh aktivitas magma ,dan endapan mineral ekonomis selain karena aktifitas magma ,juga dapat dihasilkan dari proses alterasi yaitu mineral hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor.Pada proses pembentukan mineral baik secara mineralisasi dan alterasi tidak terlepas dari faktor faktor tertentu yang selanjutnya akan dibahas lebih detail untuk setiap jenis pembentukan mineral.

Adapun menurut M Bateman maka proses pembentukan mineral dapat dibagi atas beberapa proses yang menghasilkan jenis mineral tertentu baik yang bernilai ekonomis maupun mineral yang hanya bersifat sebagai gangue mineral  :

1)      Proses Magmatis. Proses ini sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat ultra basa lalu mengalami pendinginan dan pembekuan membentuk mineral-mineral silikat dan bijih. Pada temperatur tinggi > 600oC stadium likwido magmatis mulai membentuk mineral-mineral baik logam maupun non logam. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur pendinginan pada saat itu.

  1. Early magmatis yang terbagi atas :

a)      Disseminated, contoh endapannya Intan

b)      Segregasi, contoh endapan chromit

c)      Injeksi, contoh magmatik Kiruna

2.  Late magmatis yang terbagi atas :

a)      Residual liquid segregation, contohnya Magmatis Taberg

b)      Residual liquid injection ,contohnya magmatik Adirondack

c)      Immiscible liquid segregation, contohnya sulfida Insizwa

d)     Immiscible liquid injection, contohnya Vlackfontein, Afrika Selatan.

2)   Pegmatisme, Setelah proses pembentukan magmatisme, larutan sisa magma (larutan pegmatisme) yang terdiri dari cairan dan gas. Stadium endapan ini ± 600-450oC berupa larutan magma sisa. Asosiasi batuan umumnya berupa granit.

3)   Pneumatolisis,Setelah temperatur mulai turun ± 550 – 450oC akumulasi gas mulai membentuk mineral sampai pada temperatur 450oC volume unsur volatilnya makin menurun karena membentuk jebakan pneumatolitis dan tinngal larutan sisa magma yang makin encer. Unsur volatil akan bergerak menerobos batuan beku yang telah ada dan batuan samping disekitarnya kemudian akan membentuk mineral baik karena proses sublimasi maupun karena reaksi unsur volatile tersebut dengan batuan yang diterobosnya sehingga terbentuk endapan mineral yang disebut endapan pneumatolitis.

4)   Proses hydrotermal, merupakn proses pembentukan mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatut dan tekanan yang santa rendah ,dan larutan magma yang terbentuk ini merupakan unsur volatil yang sangat encer yang terbentuk setelah tiga tahapan sebelumnya.Secara garis besar endapan hidrotermal dapat dibagi atas

  1. Endapan hipotermal, dengan ciri-ciri yaitu :

–         Tekanan dan temperatur  pembekuan relatif paling tinggi.

–         Endapan berupa urat-urat dan korok yang berasosiasi dengan   intrusi dengan kedalaman yang besar.

–         Asosiasi mineralnya berupa sulfida, misalnya pirit, kallopirit, galena, dan spalerit serta oksidasi besi.

–         Pada intrusi granit sering berupa nedapan logam Au, Pb, Sn, W, dan Z.

  1. Endapan Mesotermal, dengan ciri-ciri yaitu :

–         Tekanan dan temperatur yang berpengaruh lebih rendah daripada endapan hipotermal.

–         Endapannya berasosiasi dengan batuan beku asam-basa dan dekat dengan permukaan bumi.

–         Tekstur akibat “ cavity filling” jelas terlihat, sekalipun sering mengalami proses penggantian antara lain berupa “crustification” dan “banding”.

–         Asosiasi mineralnya berupa sulfida, misalnya Au, Cu, Ag, As, Sb dan Oksida Sn.

–         Proses pengayaan sering terjadi.

  1. Endapan Epitermal, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

–         Tekanan dan temperatur yang berpengaruh paling rendah.

–         Tekstur penggantian tidak luas, jarang terjadi.

–         Endapan bias dekat atau pada permukaan bumi.

–         Kebanyakan teksturnya berlapis atau berupa “fissure-vein”.

–         Struktur khas yang sering terjadi adalah “cockade structure”.

–         Asosiasi mineral logamnya berupa Au dan Ag dengan mineral “gangue”nya berupa klasit dan zeolit disamping kuarsa.

Adapun bentuk bentuk endapan mineral yang dapat dijumpai sebagai endapan hidrotermal  adalah  sebagai Cavity filling Cavity filling yaitu proses mineralisasi berupa pengisian ruang-ruang bukaan atau rongga – rongga dalam batuan yang terdiri atas mineral – mineral yang diendapkan dari larutan pada bukaan–bukaan batuan. , yang berupa Fissure veins ,Shear-zone deposits,Stockworks,Ladder veins,Saddle – reefs,Tension crack fillings,Breccia fillings : vulkanik, Tektonik, dan Collapse,Solution – cavity fillings : Caves and channels, Gash veins, Pore – space fillings, Vessiculer fillings .

5)   Replacement, atau metasomatic replacement merupakan proses dalam pembentukan endapan-endapan mineral epigenetic yang didominasi oleh pembentukan mineral pada endapan Hypothermal dan Mesothermal dan sangat penting dalam group Epithermal. Mineral-mineral bijih pada endapan metasomatic kontak telah di bentuk oleh proses ini, dimana proses ini dikontrol oleh pengayaan unsur-unsur sulfida dan dominasi pada formasi unsur-unsur endapan mineral lainnya.Replacement diartikan sebagai proses dari larutan yang sangat penting berupa pelarutan kapiler dan pengendapan yang terjadi secara serentak di mana terjadi penggantian suatu mineral atau lebih menjadi mineral-mineral baru yang lain. Atau dapat diartikan bahwa penggantian mineral membutuhkan ion yang tidak mempunyai ion secara umum dengan zat kimia yang di gantikan. Penggantian mineral yang dibawa dalam larutan dan zat kimia yang dibawa keluar oleh larutan dan merupakan kontak terbuka.terbagi atas : Massive, Lode fissure, dan Disseminated.

6)   Sedimenter, terbagi atas endapan besi, mangan, phospate, nikel dll.

7)   Evaporasi, terdiri atas evaporasi laut, danau, dan air tanah.

8)   Konsentrasi Residu dan mekanik, terbagi atas ;

Ÿ  Konsentrasi Residu berupa endapan residu mangan, besi, bauxite dll

Ÿ  Konsetrasi mekanik (endapan placers ), berupa : sungai, pantai, elivial, dan eolian.

9)   Supergen enrichment

10)Metamorfisme, terbagi atas : endapan termetamorfiskan dan endapan   metamorfisme


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: